Jumat, 16 Maret 2012

66 Gadget Dekstop Windows 7

Windows 7 merupakan versi terbaru Microsoft Windows yang akan menggantikan Windows Vista. Dalam Windows 7 ini memiliki tampilan yang sangat bagus dan indah salah satu kelebihannya adalah adanya gadget-gadget pendukung yang sangat user interface. Nah kali ini saya ingin membagikan beberapa gadget yang cukup bagus dan diperlukan bagi temen-teman sekalian yang memakai Operating System Windows 7.


Dalam File Rar ini berisi 66 Gadget Windows 7 antara lain :



1.BatteryGauge
2.Clocktopia3
3.Clocktopia04
4.ComputerStatusSideShow
5.Control_System
6.Control_System_With_Clock
7.CPU0V
8.CPU-D
9.CTcontrol1.9
10.DateAndTime


9

Email saya

vinoazza@gmail.com
Mail me...

Amankah Transaksi Via Seluler di Indonesia?


Perkembangan teknologi mobile, menjadikan smartphone Anda kini mulai berperan menggantikan dompet, dengan sistem pembayaran elektronik.
Pembayaran via seluler tidak hanya bisa dilakukan di Amerika Serikat, dengan menggunakan e-payment ala Google Wallet atau Square. Di Indonesia, provider seluler Telkomsel mengembangkan fitur T-Cash sebagai pembayaran melalui seluler.

Namun, amankah pembayaran dengan cara baru ini?

Head of Corporate Communications Division Telkomsel, Ricardo Indra, menjamin sistem pembayaran melalui T-Cash. Sebab, fitur ini telah lulus uji sertifikasi. "Telkomsel telah lulus uji sertifikasi dari Bank Indonesia pada tahun 2007 untuk menjalankan bisnis e-money,” kata Indra, dalam keterangan tertulisnya.

Indra kemudian menjelaskan, aktivasi T-Cash bisa dilakukan pengguna Telkomsel dengan mengakses *828# dari ponsel. Kemudian, pelanggan akan mendapatkan PIN T-Cash berupa enam digit angka, yang akan digunakan saat transaksi.

Pelanggan kemudian bisa melakukan pengisian di layanan GraPARI, GeraiHALO, dan sejumlah tempat yang menjalin kerja sama dengan Telkomsel. Tak hanya itu, pengguna Telkomsel juga bisa melakukan pengambilan uang tunai (cash out) di sejumlah lokasi yang ditunjuk, hingga Rp 1 juta.

Telkomsel mengklaim, saat ini T-Cash telah digunakan oleh sekitar 8,2 juta pelanggan. Telkomsel juga telah bekerjasama dengan lebih dari 530 merchant dengan total terminal sebanyak 32.737 di seluruh Indonesia.

Cara China Menyensor Jejaring Sosial


China terkenal ketat dalam menyensor internet. Kini, cara pemerintah China menyensor dan menghapus hak sensitif dalam dunia online pertama kalinya diungkap.

Seperti yang diharapkan, komunis sangat sensitif kepada pihak yang mengkritik negara. Mereka menerapkan 'Great Firewall', sebuah teknologi blokir jaringan yang mencegah orang-orang China browsinginternet secara bebas.

Penelitian Amerika Serikat juga menunjukkan mesin sensor Beijing bekerja secara real time, dapat beradaptasi dengan cepat terhadap masalah yang muncul, tergantung pada lokasi, semakin jauh lebih aktif, jika diperlukan, sampai ke daerah pembangkang.

Apakah memang secanggih itu?

David Bamman, ilmuwan komputer dan ahli bahasa Universitas Carnegie Mellon di Pittsburgh, mendapatkan ide pada musim panas lalu saat ia melihat betapa cepatnya rumor palsu tentang kematian mantan Presiden China, Jiang Zemin, yang menghilang dari Sina Weibo, jaringan microblogging terbesar China.

"Saya ke sana untuk memeriksa kembali beberapa dari pesan-pesan dan itu benar-benar mengejutkan, saya menemukan bahwa sekitar 70 persen dari mereka telah dihapus," kata Bamman kepada New Scientist.

Ia bersama dengan koleganya, Noah Smith dan Brendan O'Connor, memutuskan untuk mempelajari mekanisme sensor secara lebih dekat. Timnya mengambil keuntungan dari fakta bahwa Sina Weibo yang menerbitkan sebuah antarmuka yang mendorong pengembang di seluruh dunia untuk merancang aplikasismartphone yang memungkinkan orang China berbicara dengan orang lain di mana saja, baik untuk membaca dan posting seperti Twitter dengan pesan 140 karakter.

Antar muka tersebut memungkinkan tim Carnegie untuk men-download hampir 57 juta pesan dari Sina Weibo antara 27 Juni dan 30 September. Setelah itu, mereka kemudian meneliti arsip Sina Weibo untuk melihat yang dihapus. "Kami kemudian bisa melihat istilah mana yang kemungkinan besar dihapus," kata Bamman, 9 Maret 2012.

Seperti yang diduga, pesan yang berisi kritik terhadap propaganda negara itu tidak akan ditolerir. Menariknya, ada sensor yang ditujukan untuk kebaikan masyarakat, misalnya ketika merebaknya rumor palsu bahwa makan garam beryodium, lebih baik daripada pil kalium iodida, yang melindungi orang dari kebocoran radiasi dari pembangkit listrik nuklir, Daiichi Fukushima.

"Apa yang juga menarik adalah bahwa pesan yang Anda harapkan telah dihapus sepanjang waktu -seperti Falun Gong atau pembangkang yang juga artis, Ai Weiwe - tidak dilakukan setiap waktu. Ini sepertinya menunjukkan bahwa tidak ada yang otomatis, penghapusan umumnya tetap terjadi," kata Bamman.
Penghapusan tersebut menunjukkan keterlibatan manusia yang tinggi dan ada pendekatan yang sesuai suasana.

Mekanisme sensor China juga gesit yakni dapat mengalihkan perhatiannya pada permintaan troublespots. "Ini adalah hal yang paling mengejutkan yang kami lihat," kata Bamman.
"Di Tibet, tingkat penghapusan secara keseluruhan 53 persen, sedangkan 12 persen di Beijing, dan 11 persen di Shanghai," sebut penelitian yang akan diterbitkan pada jurnal pada pekan mendatang.

Padraig Reidy, kelompok penekan indeks sensor yang berbasis di London mengatakan penelitian ini memberikan penjelasan baru pada penguasaan informasi China.

"Studi ini menampilkan kenyataan alami sensor politik di China. Sementara itu kami cenderung berpikir sensor partai komunis murni dalam hal dari 'firewall' -yang memblokir konten eksternal. Kita sekarang dapat melihat sifat kuat dan cepat dari sensor internal," katanya.

"Ini menunjukkan sangat dekat, real-time, pemantauan berawak diskusi dan pencarian. Kita tahu bahwa pemerintah China telah mempekerjakan ribuan orang untuk sensor web. Studi ini membuktikan betapa seriusnya proyek itu untuk rezim tersebut," ujarnya.

Akhirnya, Rusia Akan Kirim Manusia ke Bulan


 Pada 12 April 1961, sebuah tonggak sejarah penjelajahan manusia ke luar angkasa tercipta. Kala Uni Soviet berhasil mengirim orang pertama ke luar angkasa, kosmonot Yuri Gagarin. Menang selangkah dari rivalnya, Amerika Serikat.

Namun, kejayaan itu tak bertahan lama. Delapan tahun kemudian, pada 20 Juli 1969, AS menorehkan pencapaian luar biasa mengirimkan manusia, Neil Armstrong dan Buzz Aldrin ke permukaan Bulan dengan pesawat Apollo 11. Soviet yang sakit hati akhirnya membatalkan program eksplorasi bulannya. 

Kini, Bulan kembali jadi target Rusia untuk mengembalikan kejayaan negara itu di angkasa. Negara pecahan Uni Soviet itu berencana mengirimkan para kosmonot ke satelit Bumi itu. Mereka dijadwalkan akan kembali ke Bumi pada tahun 2030. Demikian isi dokumen strategi yang bocor dari Badan Antariksa Rusia, Roskosmos. 

Selama beberapa tahun ini, Moskow secara periodik mengumumkan rencana ambisius mereka dalam penjelajahan luar angkasa. Namun baru kali ini, ada batas waktu jelas yang ditentukan. 

Rancana pengiriman kosmonot ke Bulan juga akan menghidupkan kembali program luar angkasa Rusia, setelah diterpa segudang masalah. Serangkaian satelit yang mereka kirimkan meledak tahun lalu. Januari lalu, satelit penjelajah Mars, Fobos Grunt jatuh setelah gagal diluncurkan dua bulan sebelumnya. Tak hanya itu, minggu lalu, Roskosmos menanggung penghinaan gara-gara laporan kepalanya, Vladimir Popovkin menderita luka di bagian kepala gara-gara perkelahian di tempat kerja. 

Yury Karash, anggota Russian Academy of Cosmonautics, mengatakan, misi ke Bulan tak akan serta-merta mengembalikan prestise Rusia. "Kembali ke era 1960-an di mana Uni Soviet berkompetisi dengan AS," kata dia seperti dimuat Telegraph. "Sulit menemukan cara yang lebih buruk, menyakiti harga diri Rusia dan menggarisbawahi keterbelakangan teknologinya dengan cara mengirim kosmonot ke Bulan sekitar 2030, 60 tahun setelah Apollo."

Daripada ke Bulan, Karash mengusulkan agar sumber daya dan sumber dana diprioritaskan untuk mengirim manusia ke Mars. 

Dalam era paska Uni Soviet, Rusia membuka diri dan bekerja sama dengan negara lain, baik di stasiun Mir maupun Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS).

Mimpi mengembalikan kejayaan Rusia diungkap Presiden Vladimir Putin dalam peringatan ke-50 penerbangan Yuri Gagarin. "Rusia seharusnya tidak membatasi diri pada peran luar angkasa internasional." 

Sementara, Presiden AS, Barack Obama mengatakan pada 2010 bahwa ia berharap bisa mengirim astronot ke Mars pada tahun 2030-an. Namun, sebaliknya, ia memotong anggaran misi robot ke Mars bulan lalu. Ia juga membatalkan rencana George W Bush untuk kembali mengirim astronot ke Bulan pada tahun 2020.

Diduga, tak hanya sekedar prestise, negara kembali berlomba mengirimkan manusia ke Bulan. Sekelompok ilmuwan meyakini, ada logam mulia bernilai tinggi dan Helium-3, isotop langka yang memiliki potensi untuk pembangkit listrik, bisa diambil dari permukaan Bulan. 
Roskosmos juga menyarankan, perlu dibangun pangkalan di Bulan yang dapat digunakan sebagai landasan untuk penerbangan ke Mars.

Erupsi Matahari Disangka UFO Isi Bahan Bakar


Sebuah gambar Matahari yang ditangkap sebuah teleskop pada 12 Maret 2012 menghebohkan dunia maya. Gara-gara ada penampakan bayangan obyek sebesar planet yang seolah ditambatkan diri ke Sang Surya, melalui sebuah filamen gelap.
Seperti dimuat situs sains, Life's Little Mysteries, nampak dalam rekaman, di pinggiran Matahari yang menyembur, benda berbentuk bulat itu seolah  melepaskan diri dari Matahari dan meluncur ke ruang angkasa.

Rekaman tersebut adalah gabungan foto yang diambil oleh Solar Dynamics Observatory dan diolah oleh para ilmuwan di Goddard Space Flight Center NASA. Gambar tersebut dengan cepat menarik perhatian di YouTube, di mana sejumlah penontonya menduga, rekaman itu menunjukkan pesawat UFO sedang mengisi bahan bakar dengan cara menyedot plasma Matahari. Atau yang lebih ilmiah, diduga itu adalah fenomena kelahiran planet.

Menanggapi polemik itu, ilmuwan Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) mengatakan, fitur dalam rekaman tersebut adalah tipe aktivitas Matahari yang disebut "solar prominence" atau letusan plasma magnetik. Fenomena ini sering diamati, meski para ilmuwan mengaku, belum memahaminya lebih dalam.

Ilmuwan NASA, Joseph Gurman mengatakan, prominence yang nampak seperti benang atau kawat dari di tepi kiri bawah matahari -- seperti yang nampak dalam video, terbentuk dari plasma yang lebih dingin dan padat dari sekelilingnya -- adalah korona Matahari.

Gurman menjelaskan bahwa para ilmuwan belum sepenuhnya mengerti bagaimana prominencedihasilkan pada Matahari.

Sementara, C. Alex Young, ilmuwan astrofisika ahli astrofisika matahari di Goddard Space Flight Center NASA menjelaskan, kesan bola sedang menyedot energi Matahari disebabkan posisi prominence yang berada di bawah fitur saluran filamen Matahari, yang berbentuk seperti terowongan.

Young mengakui, fitur tersebut tidak biasa pada Matahari.

Twitter Akuisisi Blog Posterous


Twitter dikabarkan telah mengakuisisi Posterous. Posterous adalah platform blog yang fokus pada kesederhanaan, dan selama ini dianggap sebagai pesaing Tumblr. Posterous didesain sehingga pengguna dapat dengan cepat membuat tulisan singkat.

Konten untuk Posteorous dapat di-posting dari web, aplikasi mobile Posterous, ataupun email.

Pendiri dan CEO Posterous, Sachin Agarwal kemudian menulis bahwa akuisisi ini merupakan langkah besar bagi mikroblog yang didirikannya ini. Sachin juga mengatakan, layanan Posterous, Spaces, akan tetap berjalan tanpa gangguan dengan akuisisi ini.

Namun, bagi pengguna yang ingin pindah dari sistem akan mendapatkan petunjuk untuk melakukan itu segera. Saat ini, tim microblogging, sedang melakukan perekrutan.

"Ini adalah salah satu hari terbesar dalam hidupku, Tidak ada lebih cocok untuk Posterous selain Twitter. Orang-orang di Twitter berbagi visi kami untuk membuat konten berbagi yang sederhana, " ujar Sachin Agarwal dalam Posterous Space pribadinya.
Sedangkan dalam keterangan yang dipublikasi Twitter, jejaring sosial buatan Jack Dorsey ini menyambut kelompok berbakat yang membangun produk inovatif dari Posterous ke Twitter. Posterous mengklaim bahwa pengguna mencapai sampai 15 juta.

Posterous merupakan sebuah start up memulai debutnya dengan produk Y Combinator pada tahun 2008. Kemudian melalui desain ulang konseptual utama pada bulan September tahun 2011, mereka memperkenalkan Spaces.

Spaces merupakan arsitektur media sosial, yang dalam beberapa hal memiliki platform meniru konsep following di Twitter. Dengan demikian, penggunanya bisa melihat feed dari spaces pengguna lain yang di-follow

Meski Posterous masih belum balik modal hingga September tahun lalu, namun menurut Agarwal, perusahaan itu melakukan dengan baik. Dia mengatakan layanan berbayar akan segera datang, meskipun belum muncul.

Xperia Sola, Ponsel dengan Sentuhan Melayang


Sony Mobile Communications memperkenalkan inovasi terbaru dalam rangkaian seri Xperia, Xperia Sola. Inovasi yang dibawa yakni teknologifloating touch, yang memungkinkan pengguna menjelajahi halaman web cukup melayangkan jemari di atas layar, tanpa perlu menyentuhnya.

"Xperia Sola datang dengan kekuatan Sony yang memberikan cara baru yang menyenangkan dalam penelusuran web," kata Calum MacDougall, Head of Xperia Marketing Sony Mobile Communications dalam keterangan tertulisnya.

Untuk mempermudah aktivitas, Xperia Sola juga didukung dengan Near Field Communication, dengan teknologi SmartTags. Dengan menyentuhkansmartphone Android NFC dan SmartTag, dua buah SmartTag yang terlampir dengan Xperia Sola dapat dipersonalisasikan sampai 10 perintah. Satu SmartTag diletakkan di ruang tamu untuk menyalakan WiFi dan kebutuhan lainnya, satu lagi dapat diletakkan di kamar tidur untuk menyalakan alarm.


Sebagai hiburan, Xperia Sola hadir dengan teknologi Reality Display dihasilkan oleh teknologi layar Mobile Bravia, xLoud dan teknologi audio 3D yang menghasilkan suara yang tajam.
Didukung prosesor dual core 1GHz, smartphone yang menjalankan Android Gingerbread juga hadir dengan fitur Fast Capture yang memungkinkan kamera mengambil gambar dalam modus standby cukup dengan menekan satu tombol.

Pengguna juga dapat menonton film box office Hollywood terbaru dalam video Unlimited dengan ketersediaan layanan terbatas.

Perangkat ini juga dapat di-upgrade dengan Android Ice Cream Sandwitch pada pertengahan 2012.

Letterater, Jaring Sosial untuk Karya Sastra

Sukses jejaring sosial menjaring pengguna di seluruh dunia, terutama Indonesia, ikut memacu anak bangsa untuk melakukan hal serupa. Dua mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU) kemudian menciptakan jejaring sosial, yang diberi nama Letterater.

Bambang Saswanda Harahap (25 tahun) dan Palit Hanafi Lubis (27 tahun), mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya USU, merupakan pencipta jejaring sosial tersebut. Adapun, kedua mahasiswa ini membuat Letterater setelah melihat kelemahan pada Facebook dan Twitter. 

Konsepnya, Letterater membolehkan semua penggunanya untuk menulis, tanpa ada batasan konten. Letterater memang ditujukan kepada pengguna internet yang memiliki hobi menulis sastra, seperti puisi, cerpen, dan esai.

"Di sini dominannya memang ditujukan kepada penggemar blog atau yang hobi menulis karya sastra," ujar Bambang, saat ditemui VIVAnews di kampus USU, 5 Maret 2012.

Bambang pun mengaku dalam menggarap jejaring sosial ini dibantu tiga orang adik kelasnya. "Yaitu Bambang Riyanto dan Rodiyah yang saat ini tercatat sebagai mahasiswa sastra USU, serta Joshua dari Kampus IBBI Medan jurusan komputer."

Letterater pun mengarahkan penggunanya agar lebih bijak menulis apa saja di dalam dinding akunnya. Misalnya, terdapat tab (pilihan halaman website) yang mereka ciptakan, yaitu puisi, cerpen, resensi film, resensi buku dan esai. Situs ini pun diharapkan dapat menambah kepercayaan diri penggunanya untuk menulis sebuah karya.

"Kami sudah menjaring 5.000-an member sejak di-publish empat bulan lalu. Kami juga membuat semacam kompetisi bagi member, setiap hari akan ada tulisan populer berdasarkan komentar, like, dan kutipan terbanyak dari karya tersebut," jelas Palit Hanafi Lubis.

"Ke depan, ini akan kami kembangkan menjadi jejaring sosial yang bisa memberikan apresiasi kepada setiap user. Dalam waktu dekat ini setiap user yang karyanya menjadi tulisan populer akan kami berikanreward. Ini menunjukkan komitmen kami kepada user," lanjutnya. 

Saat ini Letterater juga sudah mempunyai versi aplikasi Blackberry sejak tanggal 1 Maret 2012. Aplikasi ini dapat diunduh di www.m.letterater.com/bb. 

"Kami menyadari bahwa smartphone adalah gadget yang paling banyak digunakan untuk mengakses internet. Pendekatan teknologi ini akan terus kami kembangkan di versi Android," ucap Palit.

Saat ini, dana untuk pengembangan masih berasal dari kantong mereka pribadi. Kocek ratusan juta pun sudah mereka gunakan untuk mengembangkan Letterater.

Torres Kena Ejek di Pelelangan Amal Drogba

Fernando Torres kerap menuai ejekan karena tampil tumpul bersama Chelsea. Terakhir, El Nino kena ejek dalam acara amal yang diselenggarakan rekan setimnya di Stamford Bridge, Didier Drogba.

Dalam pelelangan yang diprakarsai Yayasan Didier Drogba di Hotel Dorchester, London, Inggris, Sabtu 10 Maret lalu, salah satu yang dilelang paket coaching clinic bersama Drogba. Paket tersebut akhirnya laku terjual £15 ribu (setara Rp214 juta).

The Sun melansir, Senin 12 Maret 2012, pembeli paket coaching clinic itu adalah seorang pengusaha di London yang tidak disebutkan namanya. Ketika naik ke atas panggung untuk menerima tanda paket coaching clinic dari Drogba, sang pengusaha tersebut mengeluarkan ejekan untuk Fernando Torres.

"Saya akan memberi paket coaching clinic ini untuk Fernando Torres," teriak sang pengusaha. Para tamu undangan pun tertawa mendengar hal tersebut. Sedangkan Drogba berusaha mempertahankan wajah serius.

Sang pengusaha tersebut berusaha mencibir Torres dengan menyarankan agar dia  latihan mencetak gol bersama Drogba. Maklum, ketajaman Torres menurun drastis sejak dibeli dari Liverpool dengan rekor transfer £50 juta (setara Rp741 miliar) dari Liverpool pada pertengahan musim lalu. Torres hingga kini baru mencetak tiga gol dari 36 pertandingan. Bahkan striker internasional Spanyol itu tidak pernah mencetak gol sejak Oktober 2011 lalu.

Drogba sendiri melakukan pelelangan untuk memenuhi ambisinya membangun rumah sakit di negaranya, Pantai Gading. Striker 34 tahun tersebut membutuhkan dana hingga £3 juta (setara Rp43 miliar) untuk membangun rumah sakit yang memberikan keringanan tersebut.

Barang-barang yang dilelang adalah sepatu Drogba, kostum pemain-pemain Chelsea, sepatu, kaos kaki, hingga lukisan yang dibuat sejumlah pesepakbola. Torres sendiri tidak hadir dalam acara pelelangan tersebut. 


SEARCH